by

Oknum Camat Aniaya Penghulu di Kubu

KUBU (seribukubah.com) – Camat Kubu, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Asrul, S.sos, melakukan tindakan penganiayaan dengan menampar dan meninju Penghulu Sungai Kubu, Bulkrim. Peristiwa itu terjadi usai acara apel 17 Agustus 2020 kemarin, yang dilaksanakan dilingkungan Kecamatan tersebut.

Bulkrim menjelaskan kronologis kejadian. Pada apel, dirinya lambat datang padahal apel masih berlangsung sehingga dirinya tidak ikut apel tersebut.

“Setelah selesai acara saya masuk kelapangan , niat saya mau minta maaf kepada Pak Camat karena lambat datang. Saya dipanggil oleh Pak Camat dan saya langsung ditinju dan ditampar dua kali didepan orang ramai,”kata Bulkrim, seperti dilansir dari sekilasriau.com.

Atas kejadian pemukulan itu, sambung Bukrim, ia akan melanjutkan keproses hukum. “Atas permintaan masyarakat saya agar kasus ini dilanjutkan keproses hukum. Saat ini saya sedang di Polsek Kubu membuat laporan. Hasil visum sudah keluar, selanjutnya akan saya informasikan,”tegas Bukrim.

Sementara itu, Camat Asrul membenarkan apa yang ia lakukan atas Penghulu Sungai Kubu. Hal itu kata dia hanya memberi efek jera kepada para bawahannya agar kedepan setiap apel nasional dapat hadir tepat waktu.

“Apel 17 Agustus ini seharusnya para Penghulu semangat. Apel inikan setahun sekali. Undangan resmi, melalui Whatshapp sudah kami kirimkan. Diundangan tentunya ada waktu pelaksana, seharusnya bisa datang tepat waktu,”bebernya.

Asrul menegaskan, jarak antara lokasi apel dengan rumah Bulkrim hanya lebih kurang 5 menit. “Tidak ada alasan terlambat. Tidak hanya dia, Penghulu lainnya yang juga terlambat akan saya panggil akan saya ajar juga. Jangan mereka membuat hal yang memalukan, ini agenda nasional,”ungkapnya.

Disampaikannya, sejauh ini antara dirinya dengan para Penghulu tidak pernah ada masalah dalam pekerjaan. “Kalau dalam pekerjaan, jika ada keperluan saya layani dirumah meskipun malam hari. Baik itu pencairan dana desa maupun urusan lain. Insiden yanh terjadi semata-mata hanya memberikan pelajaran agar bisa menghargai hari-hari nasional kedepannya,”pungkas Asrul. (Redaksi)

News Feed