Kejari Rohil Limpahkan Kasus Korupsi Jembatan Pedamaran II Ke PN Pekanbaru

Bagansiapiapi, Seribu Kubah РKejaksaan Negeri (Kejari) Rokan Hilir (Rohil) melimpahkan perkara tindak pidana korupsi Jembatan Pedamaran II dengan terdakwa Ibus Kasri ST selaku mantan Kepala Dinas Bina Marga dan Pengairan Rohil dan Miinton Bangun ST selaku Chief Residen Enginer Manajemen Konstruksi pada pembangunan Jembatan Pedamaran II di Kabupaten Rokan Hilir, Senin (5/6/2017).

“Kita telah limpahkan tindak pidana korupsi Jembatan Pedamaran II pada Pengadilan Negeri kelas I A Pekanbaru untuk selanjutnya disidangkan,” kata Kepala Kejaksaan Negrei Rohil, Bima Suprayoga SH,M.Hum melalui Kasiintel Sri Odit Megonondo SH didampingi Kasipidus M Amriansyah SH,MH.

Odit menerangkan bahwa kedua terdakwa didakwa dengan pasal primair pasal 2 ayat (1) jo. pasal 18 UU RI Nomor 20 tahun 2001 Tentang Perubahan atas UU RI no 31 tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. pasal 55 KUHAP dan subsidair pasal 3 Jo. pasal 18 UU RI no 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU RI Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo. pasal 55 KUHpidana.

“Perlu diketahui bahwa kerugian negara dalam perkara ini telah berhasil diselamatkan yaitu sebesar Rp.9.247.310.134.89,- (sembilan milyar dua ratus empat puluh tujuh juta tiga ratus sepuluh ribu seratus tiga puluh empat dan delapan puluh sembilan sen rupiah),” jelas odit.

Sementara itu Kasipidus M Amriansyah menambahkan, bahwa uang dugaan korupsi yang dikembalikan tersebut dilakukan oleh PT Waskita dan sesuai dengan jumlah temuan penyidik dari Kejaksaan Tinggi Riau.

“Uang dikembalikan PT Waskita dan sesuai dengan yang menjadi temuan dan uangnya dititipkan di Rekening penampungan,” kata Amriansyah.

Sementara itu uang yang dikembalikan tersebut juga tidak dibebankan kepada Ibus Kasri yang juga menjadi tersangka dalam kasus yang berjalan sejak dua tahun terakhir tersebut. Nantinya Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam kasus ini menurunkan tim dari JPU Kejati Riau dan Kejari Rohil.

“Biasanya kalau sudah pelimpahan seminggu setelahnya sudah mulai disidangkan. Jadi prediksi kita bulan puasa ini sudah akan mulai disidangkan,” tegasnya.

Terkait uang yang sudah dikembalikan nantinya akan menjadi pertimbangan JPU dan persidangan, namun bukan serta merta para tersangka bebas dari jerat hukum.

“Ini bisa jadi pertimbangan karena sudah itikad baik mengembalikan kerugian negara, masalah keringanan, kita lihat dulu fakta persidangan nantinya,” sebut Amri. (Famel)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *