3.760 Nelayan Rohil Terdata Terima Kartu Asuransi

Bagansiapiapi, Seribu Kubah – Sekretaris Dinas Perikanan Kabupaten Rokan Hilir, M. Amin menegaskan bahwa sampai saat ini sebanyak 3.760 orang nelayan terdata untuk memiliki Kartu Asuransi Nelayan.

“Penerima kartu nelayan telah mencapai 3.760 orang se-Rohil,” kata Amin di Bagansiapiapi, Selasa (14/3/2017).

Dia mengatakan, banyak manfaat dengan adanya kartu nelayan diantaranya sebagai identitas profesi nelayan di wilayah Indonesia, menjadi data base nasional, sekaligus agar tepat sasaran terkait dengan adanya pelatihan maupun program bantuan bagi nelayan.

Terkait adanya keluhan soal data nelayan yang dinilai masih minim, Amin menegaskan hal itu bisa saja terjadi karena proses input data di tingkat nasional masih berjalan.

“Proses yang dilakukan memerlukan waktu lama sehingga tidak terbaca di situs terkait,” katanya. Faktor lain yang menyebabkan kecilnya data, terangnya juga dipengaruhi oleh rendahnya minat nelayan untuk pengurusan kartu nelayan.

“Ada yang menganggap tidak begitu penting kartu nelayan dibandingkan bantuan langsung, padahal kegiatan sosialisasi sudah berulang kali kami lakukan,” keluh Amin.

Ia menambahkan, kartu nelayan menjadi identitas yang berlaku dan diakui secara nasional. Dengan itu pula menjadi sarana untuk pengurusan kartu asuransi nelayan. Terkait kartu asuransi terdapat sekitar 1000 yang masih dalam daftar tunggu. Sekitar 377 kartu asuransi nelayan telah dibagikan kepada penerima yang layak.

“Untuk kartu asuransi nelayan seluruhnya diberikan kesempatan untuk mengurus sesuai dengan batas penerimaan dan pendaftaran yang ada, bisa langsung pribadi maupun lewat organisasi nelayannya dikumpulkan secara global,” kata Amin.

Asuransi nelayan memberikan jaminan terhadap keberadaan nelayan terutama terkait saat menjalankan pekerjaan. Istimewanya untuk satu tahun pertama kewajiban pembayaran asuransi ditanggung oleh pusat, namun untuk selanjutnya ditanggung oleh nelayan bersangkutan. “Besarnya Rp170ribu pertahun,” kata Amin.

Adapun yang menjadi klaim dari asuransi tersebut bila nelayan meninggal saat bekerja maka keluarga yang ditinggalkan menerima santunan Rp200juta, bila wafat atau bukan karena laka kerja maka mendapatkan santunan Rp100juta, dan bila mengalami kecelakaan bukan ditempat kerja maka jumlah santunan akan disesuaikan perhitungannnya oleh pihak terkait. (famel)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *