Bupati Rohil Himbau Lulusan SMA Daftar Sekolah Kedinasan

Bagansiapiapi, Seribu Kubah – Bupati Rokan Hilir, H Suyatno menghimbau pelajar tamatan SMA, SMK dan MA didaerah itu untuk mendaftarkan diri mengikuti tes 8 Sekolah Kedinasan yang dibuka oleh pemerintah pusat.

“Kita di Rohil ini masih membutuhkan sekolah tamatan itu, apalagi tamatan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) dan Sekolah Tinggi Transportasi Darat (STTD) memang kita cari. Bahkan sampai saat ini untuk tenaga STTD kita masih membutuhkan MoU tamatannya ditempatkan di Rokan Hilir,” kata Bupati di Bagansiapiapi, Senin (6/3/2017).

Dia berharap putra putri Rohil bisa ikut dan lulus ke sekolah yang memang banyak diincar masyarakat tersebut. “Tidak kita pungkiri lagi sekolah kedinasan itu sangat banyak diminati. Jadi kita anjurkan anak-anak Rohil semoga bisa ikut dan lulus,” harap Suyatno.

Pendaftaran untuk 8 sekolah ikatan dinas dilakukan secara online dan serentak melalui portal www.panselnas.id, mulai tanggal 9 sampai dengan 31 Maret 2017. Adapun delapan sekolah kedinasan itu diantaranya Kementerian Keuangan (PKN STAN), Kementerian Dalam Negeri (IPDN), Kementerian Perhubungan (STTD), Kemenkum HAM (Poltekip dan Poltekim), Badan Intelejen Negara (STIN),  Badan Pusat Statistik (STIS), Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (STMKG) dan Lembaga Sandi Negara (STSN).

Tahun 2017 ini jumlah mahasiswa/taruna yang akan diterima mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya. Secara keseluruhan sebanyak 8.348 orang. Ada beberapa sekolah ikatan dinas yang jumlahnya bertambah, seperti IPDN yang tahun lalu hanya 900 orang, sementara tahun ini menjadi 1.689 orang.

“Kalau masuk sekolah itu sekarang ini murni, rekom Bupati atau siapapun tak berlaku lagi. Makanya dengan sistem ini sangat kita dukung, karena setelah ujian nilai bisa langsung diketahui,” kata Bupati.

Dia mengaku sampai saat ini masih ada para orangtua meminta bantuan anaknya masuk diberbagai sekolah kedinasan tersebut. Namun dirinya telah memberikan penjelasan bahwa kini memang dinilai kemampuan anak tersebut bukan deking ataupun jaminan dari siapapun.

“Kalau masa saya dulu itu kita bisa mendaftar dibeberapa sekolah kedinasan, sekarang ini hanya satu. Jadi persaingannya sangat ketat,” demikian Suyatno. (famel)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *